BERITA

  • Meniti Langkah Menuju Cita-Cita Besar

    Meniti Langkah Menuju Cita-Cita Besar

    Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas pihak yang melakukan studi banding. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk pengembangan SDM maupun lembaga. Dengan melakukan studi banding SDM terkait dapat memiliki bahan evaluasi  baik dari segi sistem, lingkungan maupun hubungan sosial suatu lembaga.

    Kamis (7/2) pengurus QHS melakukan kunjungan pertama ke Pondok Modern Darussalam Gontor yang sudah berumur kurang lebih 89 tahun itu. Dalam kunjungan tersebut, pegurus QHS didampingi oleh 2 alumni gontor yaitu Ustadz Ade dan Ustadz Karim Abdul Halimyang juga merupakan pengajar bahasa inggris dan bahasa arab di Pondok Tahfidz Qur’an Homestay Klaten.

    Pengurus QHS mampu memetik pola kedisiplinan dan kepribadian yang menjadi pilar utama para santri Gontor. Selain itu, adanya program unggulan yang wajib diikuti para santri yaitu bahasa arab dan bahasa inggris yang dilakukan setiap pekan secara bergantian menjadi catatan khusus bagi pengurus QHS. Pondok Modern Gontor menerapkan karantina selama 2 pekan sebelum santri menghadapi ujian kelulusan. Ini memberikan pandangan baru bagi pengurus QHS. Selain mempelajari sistem dan teknis pengajaran, pengurus QHS juga diperkenankan berkelilling melihat kompleks Pondok Modern Gontor. Hal ini memberikan suntikan semangat tersendiri bagi pengurus QHS.

    Setelah studi banding ke Pondok Modern Gontor, rombongan QHS melanjutkan perjalanan ke SDMT Ponorogo. Secara spesifik, tujuan studi banding ke SDMT Ponorogo ialah terkait pengelolaan program tahfidz qur’an, peningkatan kualitas pondok dan motivasi kinerja pengurus. Dalam kunjungan Kedua ini, pengurus QHS mendapat sambutan baik oleh Ustadz Farid di kantor LP3Q. 

    Perjalanan studi banding ini memberikan banyak catatan bagi para pengurus QHS. Banyak pelajaran yang dapat diambil. Tidak hanya secara teoritis, namun secara empiris, nyatanya QHS masih harus banyak berbenah. Melalui dua perjalanan studi banding ini, pengurus QHS sadar betul bahwa di atas langit masih ada langit. Selanjutnya para pengurus harus siap mengawal Pondok QHS bertumbuh, berbenah hingga mampu menebar manfaat lebih luas dan berkah.

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks